Akuarium Laut

Akuarium Laut

Selasa, 05 Januari 2010

Terumbu Karang beserta Ikan Laut

Akuarium laut memang sangat menakjubkan dan memukau mata para pecinta ikan hias maupun para khalayak umumnya. Keindahan tsb bisa bertahan lama di akuarium anda jika anda mengetahui standar-standar minimum yg harus dipenuhi dlm memelihara akuarium laut. Pada kesempatan ini, saya ingin memaparkan pengalaman saya dlm memelihara terumbu karang dan ikan laut kepada seluruh pembaca di forum www.o-fish.com , sebelum saya memaparkan pengalaman, saya ingin ucapkan banyak terima kasih kepada Bp “Webmaster” selaku pencipta forum ini, serta rekan-rekan lainnya yg telah membantu saya selama ini dlm memecahkan masalah dlm pemeliharaan terumbu karang dan ikan laut.

Seluruh isi artikel ini merupakan ringkasan singkat atas pengalaman pribadi penulis serta beberapa literatur yg pernah dibaca oleh penulis dalam rangka memelihara akuarium laut, seluruh cara yg dibahas telah diuji sendiri oleh penulis sendiri.

Sebelum anda membuat keputusan untuk memelihara ikan laut khususnya terumbu karang, hal-hal dibawah ini yg perlu anda perhatikan dlm mempersiapkan perencanaan keuangan ;

Akuarium
Akuarium sebagai wadah untuk menampung air laut anda, syarat minimum yg direkomendasikan para pakar dunia adalah 55 gallon (1 g = 3,78 Liter / 1 Liter = 0,254 gallon). Semakin besar akuarium yg anda miliki semakin bagus, namun untuk akuarium ukuran besar, investasi awalnya sangat besar serrta diiringi dengan kemudahan dlm pemeliharaan ikan laut dan terumbu karang untuk jangka panjang sedangkan akuarium kecil, investasi kecil serta diiringi dengan kesulitan dlm pemeliharaan ikan laut dan terumbu karang untuk jangka panjang. Panjang sebuah akuarium haruslah mempertimbangkan ukuran lampu yg dijual oleh pasaran, (ukuran bola lampu 20 watt berkisar 60 cm, sedangkan 36 watt berkisar 120 cm), Tinggi akuarium juga harus mempertimbangkan kedalaman substrat, secara garis besar minimal kedalaman substrat adalah 25 cm (lihat bagian substrat), semakin tinggi sebuah akuarium laut, investasi yg diperlukan jg semakin besar, khususnya dlm hal lampu (lighting), ketinggian air laut yg kurang dari 45 cm hanya memerlukan lampu fluorent 6500 K (menurut pakar < onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7CJ2mx37T7I/S0PkJsyHi3I/AAAAAAAAACc/-dmKVspEq2A/s1600-h/n_ped_arus.jpg">us dibeli sebanyak 5 buah dengan beberapa contoh peletakan sebagai berikut (dilihat dari atas) ;


Inti dari peletakan power head adalah menciptakan arus yg mengalir secara tidak monoton yg menyebabkan hilangnya daerah dead spot (daerah yg tdk terkena arus), untuk kasus peletakan power head ini, anda bisa gunakan timer merek legrand atau lainnya utk menciptakan arus yg menggunakan system wavemaker (walaupun jauh berbeda, tapi ya bisa lha………). Untuk point ini, kreasi andalah yg menentukan berhasil atau tidak arus yg baik dlm akuarium. Untuk metode lainnya anda bisa cari di website yg ada spt “Surge Device”.

Alat Test

Alat test yg perlu anda beli adalah Amoniak (NH4,NH3), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3), Phospat (PO4), Ca (Calcium), Ph meter Digital, Kh (Alkalinity), Hydrometer (maaf kalau salah tulis) sedangkan yg optional : Sr (Strontium), I (Iodine), Mg (Magnesium).

Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu factor penting khususnya dlm pemeliharaan terumbu karang. Adapun aturan mainnya mnrt bbrp literature adalah low standard 2-3 watt/gallon, medium standard 4-6 watt/gallon, high standard 7-8 watt/gallon. Jadi bisa anda bayangkan berapa nilai investasi yg harus ditanam jika anda benar-benar pencinta pemelihara terumbu karang dlm akuarium laut ? Oleh karena hal tsb, sangatlah tdk mungkin (mnrt saya) utk kita ikuti mengingat keuangan kita yg kebanyakan bukan dari golongan atas (berkelimpahan uangnya), maka saya menyarankan anda menggunakan system kombinasi saja, yaitu perpaduan dari cahaya matahari baik langsung maupun tidak langsung disertai dengan pemakaian lampu fluorescent dengan syarat ketinggian air di akuarium tidak lebih dari 45 cm (mnrt literature < onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7CJ2mx37T7I/S0PlhnLYHWI/AAAAAAAAACk/6F6grwhOGq4/s1600-h/n_ped_susunan.jpg">





Pada lapisan pertama dan lapisan kedua, anda bisa kasih zat kimia seperti CaCO3 (Calcium Carbonate) dan

Magnesium Carbonate (MgCO3), dimana zat tsb pada masa jangka panjang akan mampu menghasilkan ion Ca dan Mg serta CO3 yg berguna bagi terumbu karang. Hanya saja hal tsb akan tercapai jika akuarium tsb telah berumur lebih dari 6 bulan bahkan tahunan. Mengenai ide ini, anda boleh ikutin atau tidak,tidak akan menimbulkan masalah.

Metode ini, beberapa orang akan menentang dimana ada pendapat mengatakan pada jangka panjang akan menimbulkan / melepaskan ion gas H2S yg bisa membahayakan terumbu karang (Pelepasan terjadi jika kadar oksigen rendah terutama pada malam hari)……….Hal tsb sebenarnya biasa diatasi dengan dua cara ;

Melalui pemasangan aerator pada malam hari, tapi cara ini kurang bagus krn percikan air dari Airstone akan mengenai lampu.

Menerapkan system RDP (Reverse Daylight Photosyntesis), metode ini paling oke. Cara kerjanya gampang, contoh : Akuarium utama diberi penyinaran dari jam 6 pagi sampai 6 sore, sedangkan 6 sore sampai 6 pagi, yg dikasih pencahayaan adalah akuarium refugium yg penuh dgn caulerpa. Adanya pencahayaan di malam hari pada akuarium refugium mengakibatkan caulerpa akan berfotosintesis, hasil fotosintesis inilah yg menyebabkan supply oksigen pada malam hari tetap tersedia,sehingga pH tdk drop pada malam hari dan subuh hari, Hal ini akan berakibat gas H2S tidak berhasil terurai di dlm akuarium

Sistem yg saya terapkan ini jauh lebih mudah ketimbang system UGF, maaf ya….menurut beberapa literature yg saya baca , system UGF sudah ketinggalan jaman, namun apapun bentuk system yg ada, semuanya terpulang pada pribadi kita masing-masing. Jadi silakan anda memilih jenis system apa yg anda inginkan.

Okay, balik ke topik setup…….

Pasir Laut bisa anda peroleh di Sumenep dgn harga Rp 15.000 perkarung, untuk ukuran 125 cm lebar 55 cm serta ketebalan pasir 10 cm, anda membutuhkan kurang lebih 4 karung pasir. Sedangkan pecahan koral cukup 2-3 karung saja dgn harga perkarung sekitar 20.000 perkarung. Utk Live rock dgn mutu bagus dikenakan harga Rp 5000 per kg, atau Rp 10.000 per bongkah.

Setelah susunan telah selesai anda susun sedemikian rupa dengan teknik seni yg anda miliki, maka anda sekarang dipersilakan memasuki air laut (Catatan : Live Rock tdk boleh dibiarkan terlalu lama di udara) ke akuarium utama dan akuarium refugium (Susunan boleh sama dgn susunan akuarium utama). Air laut yg djual di pasaran rata2 berkisar Rp 75 - Rp 200 per liter. Air yg telah diisi ke dlm akuarium haruslah disirkulasi minimal selama 1 bulan utk mendapatkan hasil yg memuaskan. Utk hasil yg lebih memuaskan, disirkulasi selama 6 bulan.

Proses sirkulasi minimal selama 1 bulan dimaksudkan agar terjadinya siklus nitrogen secara sempurna. Pada minggu pertama umumnya kadar amoniak akan meningkat, minggu kedua kadar amoniak akan menurun disertai dgn meningkatnya kadar nitrit,minggu ketiga kadar amoniak akan mendekati nol, kadar nitrit akan menurun namun kadar nitrat akan meningkat, pada minggu terakhir yaitu minggu keempat, kadar amoniak akan nol, kadar nitrit juga akan mendekati nol dan disertai dengan menurunnya kadar nitrat juga. Penurunan kadar nitrat akan terjadi jika anda menggunakan media live rock dan pengembang biakan jenis 2 rumputan. Rumput yg paling mudah tumbuh adalah rumput jenis caulerpa yg sering dikenal umum dengan nama rumput asem. Rumput asem mulai boleh ditaruh di akuarium pada minggu ketiga atau keempat.

Setelah proses sirkulasi selesai sekitar satu bulanan, anda boleh letakkan beberapa potong batu yg berisikan beberapa jenis caulerpa, bersamaan itu pula boleh anda taruh beberapa astrea snails. Pada masa ini, anda jangan terburu nafsu membeli ikan dan terumbu karang, menurut hemat saya jauh lebih baik setelah peletakan batu caulerpa dan astrea snails, anda biarkan dia tumbuh sampai anda lihat caulerpa tsb bertumbuh banyak, dan pada malam hari akuarium anda telah dipenuhi oleh amphipod dan cocopod serta ditandai banyaknya anak astrea snails. Nah, jika sudah pada tahap tsb barulah anda beli ikan dan terumbu karang sebanyak satu atau dua potong, seperti karang jenis zooantid, sarientas atau karang otak. Sedangkan ikan belilah ikan yg berguna bagi ekosistem adan seperti keling liris, keling bali dan kranjang bali serta udang pelet merah berliskan warna putih (udang dokter). Hal tersebut dipelihara hingga satu sampai dua bulan, dan jgn ada penambahan apa-apa lagi. Tunggu sampai berhasil baru anda coba spesias lain dan terumbu lain.

Setelah anda mengetaahui prinsip-prinsip dasar dari sebuah setup sangat dasar dari akuarium laut, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemeliharan. Pada tahap ini anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut ;

Salinity
Salinity yang diinginkan berkisar pada angka 1.023-1.025. Pada kebanyakan kasus umum, kadar salinity ini semakin lama akan semakin tinggi angkanya, dimana disebabkan karena banyaknya penguapan, nah untuk mengembalikan salinity ke angka normal, anda cukup menuangkan air tawar (bebas nitrat, nitrit, amoniak, silicate dan phospate (bagussnya air kemasan)). Proses penuangan air tawar ini harus dilakukan secara teratur dan perlahan-lahan, maksudnya janganlah anda menurunkan kadar salinitasnya terlalu drastis sekali misalkan dari 1.030 menjadi 1.025. Untuk menaikan kadar salinitas (kondisi yg sangat jarang terjadi-menurut saya), cukup anda menambahkan natrium klorida (bagusnya pakai yg analysis) secara bertahap jgn overdosis, terus dipantau dng menggunakan alat hydrometer yang akurat.

pH

pH yg diiinginkan berkisar pada angka sekitar 8.3-8.5, pH harus dijaga agar tidak terlalu besar variansnya dlm waktu satu hari. Pada kasus umum yg sering terjadi, pH mempunyai kecenderungan utk menurun angkanya, hal ini disebabkan karena buffernya yg tidak mencapai angka yg diinginkan dan kurangnya oksigen, serta hal2 lain yg tidak dpt saya jelaska. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan baking soda ataupun dgn meningkatkan kadar oksigen melalui aerator ataupun cara lain.

Dosis yg dipakai untuk baking soda adalah ½ sendok teh untuk 100 liter air laut. Apabila Phnya terlalu tinggi anda dpt menurunkan dgn menginjeksi gas carbon oksida, ataupun dgn bahan kimia (penggunaan bahan kimia utk kasus ini tidak akan dibahas karna efeknya yg kurang bagus).

Alkalinity (KH)
Alkalinity (Kh) yg diinginkan berkisar pada angkan 8 dKh – 12 dKh. Kejadian umum yg sering dialami adalah kecenderungan menurunnya angka Kh (buffernya pH), penurunan Kh akan mengakibatkan pH jg ikut turun (walaupun tidak selalu demikian), utk mengatasi kejadian tersebut maka anda dpt menggunakan baking soda seperti yg telah diuraikan pada point 2.

Zat aditif Ca, Mg, I, Sr

Dalam hal ini, sangat disarankan memiliki alat test Ca, Mg, I dan Sr. Namun mengingat harganya yg cukup menggiurkan alias mahal, maka anda cukup memberikan dosis sesuai dengan aturan yg telah diberikan. Pedoman dasar : Ca dan Mg diberikan setiap sebulan sekali, Iodine dan Strontium diberikan seminggu dua kali jika banyak terumbu karangnya, namun jika terumbu karangnya sedikit cukup seminggu sekali. Perlu diketahui oleh anda sekalian bahwa Calcium, Strontium, Iron serta Alkalinity dan pH yg angkanya tinggi (batas normal tertinggi) serta arus yg tidak monoton akan membuat coralline algae anda bertambah subur dan banyak.

Pemberantasan alge yg merugikan

Algae ada bermacam2 jenisnya dan yg saya utarakan adalah yg bersifat umum dan penanggulangannya

Merupakan cara-cara yg tidak dpt menyelesaikan masalah algae secara instan namun secara bertahap

Atau bersifat Preventif. Adapun cara-cara adalah sebagai berikut ;

• Protein Skimmer, akan menghilangkan spora / bibit algae baik yg merugikan maupun menguntungkan, protein skimmer sangat dianjurkan utk diterapkan pada akuarium laut, meskipun penulis sendiri tidak menggunakannya. Protein skimmer jg bisa menghilangkan zat2 kimia yg dibutuhkan koral, namun dgn adanya penambahan zat additive secara berkali, pemakaian protein skimmer tidak menjadi masalah. Dlm perlu diketahui, protein skimmer yg digunakan harusnya protein skimmer yg benar-benar efektif fungsinya. Disarankan buat sendiri untuk mendapatkan hasil terbaik.

• Carbon aktif, sangat bagus utk menghilangkan kekeruhan air laut karna DOCnya yg makin bertambah. DOC merupakan bahan nutrisi bagi algae. Namun, berhati-hatilah dalam pembelian carbon aktif, jgn sampai karbon aktifnya dari mutu yg tidak bagus yaitu yg bisa mengeluarkan phospate (pemicu algae). Cara pengetesannya yaitu dengan cara mengambil sample carbon aktif yg anda beli, kemudian taruhlah dlm gelas sample yg berisi air laut / tawar selama 45 menit, setelah itu anda test dengan alat test kits P04, jika hasil tesnya negatif, berarti carbon aktif tsb bebas phospate.

• Mahluk hidup. Beberapa jenis algae bisa dikendalikan dgn astrea Snail, Hermit Crab berlengan biru, Caulerpa spp, Botana, Kranjang bali, amphipod dan cocopod, dsbnya.

Pemberian pakan pada ikan dan terumbu karang

Ada baiknya pemberian pakan untuk ikan dan terumbu karang menggunakan prinsip LEBIH BAIK SEDIKIT DARIPA OVER DOSIS.

Hal yg telah saya utarakan diatas merupakan gambaran dasar dan umum utk anda-anda yg ingin mencoba memulai akuarium laut, perlu diketahui dasar yg saya gunakan adalah sistem natural, masih banyak lagi sistem lain yg bisa anda gunakan semuanya terpulang pada dana dan keinginan anda sendiri.

Dibawah ini saya lampirkan beberapa gambar ikan dan terumbu karang yg telah berhasil saya pelihara selama lebih dari 10 bulan dan sampai artikel ini selesai ditulis telah mendekati umur 1 tahun.

Semoga membantu dan selamat bereksperimen.

Minggu, 03 Januari 2010

Daftar nama ikan hias air laut

Harga dalam bentuk dollar (1$= Rp 10.000)

SHARK, RAY & CHIMAERAS
A 4-8, 6-2 Brown Spotted Cat Shark Hiu Zebra 2,2
A 6-4 Marbled Cat Shark Mungsing Totol 2
A 7-4 White Tip Shark Hiu Sirip Putih 25
A 7-5 Black Tip Reef Shark Hiu Sirip Hitam 25
A 12-7 Blue Spotted Stingray Pari pari 2.5

EEL & MORAY
A 18A-1 Ribbon Eel (Ghost) (Yellow) Ular Pelangi Putih 1.67
A 19-1 Zebra Moray Belut Zebra 2
A 19-3 Fimbriated Moray Eel Armang Macan 0.67
A 24-2 Moral Eel Armang Kembang 0.67
A 26-6 Barred Snake Eel Ular Lely Hitam 0.67
A 27-4 Academy Eel Ular Taman Merah 1
A 29-1 Ribbon Eel (Blue) Ular Pelangi Biru 4.6
A 29-2 Ribbon Eel (Black) Ular Pelangi Hitam 2.93
A 29-5 Philipine Gargen Eel Red / Green Ular Taman Orange 1
A 29-7 Hass’s Garden Eel Ular Kacang Hijau / Hitam 1
A 41-4 Dusky Brotulid Miranda 0.34
A 0421 Assorted Moray Armang Campur 0.59

TOADFISH & ANGLERFISH
A 43-6 Sargassum Fish Kodok Kembang Biasa 0.59
A 43-7 Warty frogfish (White) Kodok Putih Asli S 28.4
A 43-7 Warty frogfish (White) Kodok Putih Asli L,M 36.79
A 43-8 Brackish-Warty frogfish (Red) Kodok Merah B 8.4
A 46-5 Longlure frogfish (Orange) Kodok Orange 8.4
A 47-1 Warty Frogfish (Yellow) Kodok Kuning Asli S 28.4
A 47-1 Warty Frogfish (Yellow) Kodok Kuning Asli L,M 36.79
A 48-7 Ornament Frog Kodok Totol 1.2
A 50-3 Warty Frogfish (Red) Kodok Merah Asli S 21.7
A 50-3 Warty Frogfish (Red) Kodok Merah Asli L,M 25
A 0522 Assorted Angler Fish (color) Kodok Campur (Warna) 0.59

SQUIRRELFISH & OTHER
A 52-1 Feather Star Clingfish Bajulan Tempel 0.5
A 58A-1 Pacific Solderfish Brajanatha Campur 0.42

SEAHORSE, PIPEFISH & RELATIVES
A 70-2 Asian Trumpet fish Ikan teompet 1.67
A 72 Shrimpfish Piso-piso 0.43
A 73-3 Vanegated Ghostpipe fish Kuda AK Asli 1
A 73-4 Ghostpipe fish Kuda AK Duri 1
A 73-5,7 Short Bodied Ghost pipefish Kuda AK Daun Merah 1.26
A 73-6 Short Bodied Ghost pipefish Kuda AK Daun 0.84
A 75-4 Short-tail Pipe fish Bajulan Tampar 0.59
A 75-6 Alligator Pipefish Tangkur Buaya / Bajulan Hijau 0.84
A 77-1 Banded Pipe fish Bajulan Zebra 0.67
A 77-2 Jans’s Pipe fish Bajulan Api 1
A 77-4 Bluestripe Pipe fish Bajulan Model 0.84
A 77-5 Australian Banded Pipe fish Tangkur Putih 0.59
A 78-4 Red/Many Banded Pipe fish Bajulan Asli 1
A 80-3,4 Oceanic Sea Horse Kuda Laut Kuning 3.4
A 81-1 Crown sea Horse (Red) Kuda Laut Merah 3.4
A 81-3 Northern Sea Horse Kuda Laut Hitam 1.67

SCORPIONFISH & OTHER
A 83B-2 Flying Gunnard Indo Siar 4.19
A 85-4 Goose Scorpion Scorpion Angsa Kuning 5
A 85-4 Meriet Scorpion Scorpion Angsa Doreng 5
A 86-3, 88-3 Lionfish (Brown/Black) Scorpion Volitan Coklat 2.5
A 88-1,2 Spotfin Lionfish Scorpion Miles 0.67
A 88-5 Tailbar Lionfish Scorpion Radiata 2.1
A 89-1 Zebra Lionfish Scorpion Kembang 0.6
A 89-2 Shortfin Lionfish Scorpion Kipas 0.84
A 89-3 Twin Spot Lionfish Scorpion Gajah 2.1
A 104-6 Rogue Fish Ikan Daun Coklat 0.84
A 105-2 Red Indian Monster Daun 1.67
A 1053 Mimic Scorpion Scorpion Batu Putih 1.26

ANTHIAS CORALFISH
A 117-1,2 Red Fairy Basslet Rainbow Strip/pelet 1.26
A 117-3 Bicolor Fairy Basslet Rainbow Orange 1.1
A 117-6 Truncate Fairy Basslet Rainbow Gadis 0.67
A 119-3 Purple Blotch Basslet (Male) Rainbow Kotak 2.1
A 119-7 Lyretail coralfish (Green-Female) Rainbow Hijau Biasa 0.26
A 119-8 Lyretail coralfish (Green-Male) Rainbow Anten Hijau 0.34
A 120-4 Banded Fairy Basslet Rainbow Liris 1.1
A 121-1 Bartlett’s Fairy Basslet Rainbow Kuning Ungu 1.26
A 121-2 Purple Blotch Basslet (Female) Rainbow Kuning 0.84
A 121-3,4,5 Purple Queen Bibir Ungu / Merah 0.67
A 121-6 Tiger Queen/Imelda’s seaperch Rainbow Gadis Strip 1.17
A 122-2 Madder Seaperch Nona Manis / Gadis 0.5
A 122-3 Lyretail coralfish (Red-Male) Rainbow Merah Biasa 0.26
A 122-4 Lyretai coralfish (Red-Female) Rainbow Anten Merah 0.34

GROUPER
A 125-2 Rainbow Groupper Kerapu Pelangi 8.36
A 126-1 Coral Rockcod Kerapu Merah Asli 1
A 127-4 Flameback Spot Grouper Kerapu MP Titik Hitam 1.68
A 137-6 Brindlebass Kerapu Macan 1.26
A 137-7 Panther Grouper Grace Kelly 2.1
A 141-1,2 Candy, Peppermint & Swales’s Basslet Hogfish titik 1 & 2 5.86
A 141-8 Japanesse Basslet Susumi Asli 5.86
A 146-4 Lyretail Grouper Kerapu Louti 1.26
A 147-6 Clown Grouper Kerapu Valentine / kembang 0.84
A 147-8 Six-stripes Soap Grouper Kerapu Sabun 0.84
P 661-2 White-dappled Grouper Kerapu Totol 1.26
A 1423 Violet Grouper Kerapu Violet 1
A 1424 Assorted Grouper Kerapu Campur 0.67

DOTTYBACK
A 150-1 Sumbawa Soap Fish (Red) Panther Sumbawa 3.76
A 150-6 Spottysail Dottyback Panther Merah 0.84
A 150-8 Golden Dottyback Panther Mas 3.4
A 151-4 Yellow Tail Dottyback Panther Ekor Kuning 1.67
A 152-4 Red Spot Dottyback Panther Spot 4.2
A 152-5 Yellow Dottyback Panther Kuning 0.6
A 152-6 Lyretail Dottyback Panther Api Model 1.67
A 152-8 Dusky Dottyback Panther Abu 0.5
A 153-2 Sri Lanka Dottyback Panther Model 1.26
A 154-2 Royal Dottyback Cantik 0.43
A 154-5 Blue-Stripped Dottyback Panther Biru Strip 0.84
A 155-5 Lined Chiclops Panther Merah Liris 1
A 155-7 Banded Longfin (black) Panther Jenggot Hitam 1
A 155-8 Banded Longfin (red) Panther Jenggot Merah 1.68
A 157-1,2 Comet (L,M) Godam 7.5
A P663-2 Whitetail Dottyback Panther Lombok 1
A P664-1 Bandit Dottyback Panther Ambon 2.9

CARDINALFISH
A 164-2 Gold-Striped CardinalFish Capungan Liris 0.42
A 166-1 Silver-Lined Cardinal Capungan Strip Perak 0.42
A 171-1 Pink Cardinal Fish Capungan Merah 0.42
A 173-8 Pajama/Apongen Cardinal Fish Capungan Biasa 0.35
A P664-2 Kaudemi/Banggai Cardinal Fish Capungan Ambon/Layar 1.1
A 1725 Assorted Cardinal Fish Capungan Campur 0.26


TILEFISH
A 180-1 Dusky Tilefish Exocet Biasa 1.67
A 180-2 Red Stripe Tilefish Jabing Merdeka 6.28
A 180-3,4 Blueface / Blue Tilefish Exocet Biru / Muka Biru 3
A 180-6 Purple Tilefish Exocet Violet 7.94
A 180-7,8 Yellow Tilefish Exocet Kuning 1.67
A 181-1,2 Blue Blanquilo Doktor Terbang 1.26
A 1826 Banana Fish Bunglon Coklat 1


JACK, COBIA, REMORA, ETC
A 182 Threadfin Jack / Indian Threadfin Putri China / Pidana Rambut 2.5
A 182B-6 White Tailed Shark Sucker Hiu Tempel 1.26
A 184-2 Golden Trevally Pidana Mas M 1.67
A 182-2 Golden Trevally Pidana Mas S 1.26
A 182-2 Golden Trevally Pidana Mas 1.26
A 182-2 Assorted Trevally Pidana Biasa / Campur 0.84


SNAPPER
A 196-8 Blackspot Snapper Lucanus titik hitam 1.67
A 197-6 Five Line Snapper Lucanus 5 Garis 4.97
A 202-4 Gold-stripped Snaper Lucanus B 1.67
A 204-2 Blue & Gold Stripe Snapper Tombak Kuncir Juv 5.86
A 204-3 Blue & Gold Stripe Snapper Tombak Kuncir Adult 7.53
A 204-4 Blue Line Snapper Tombak Sari 2.5
A 205-6 Blach Beauty Kompele Terbang 2.1
A 206-1 Emperor Snapper Lucanus 1.67
A 2027 Assorted Snapper Assorted Snapper Campur 0.84

SWEETLIPS
A 216-3 Harlequin Sweetlips Brown Kelly S 1.43
A 216-3 Harlequin Sweetlips Brown Kelly M 2.1
A 216-3 Harlequin Sweetlips Brown Kelly L 2.5
A 217-2 Stroipped Sweetlips Kompele Liris 0.75
A 218-4 Yellow-lined Sweetlips Kompele Mas 1
A 219-1 Black Spotted Rubberlip Kompele Macan 1
A 238-6 Two-lined monocle Bream Buarmata 0.42
A 245-1 Painted Sweetlips Kompele Layar

GOATFISH
A 248-1 Three Stripped Goatfish Jenggot B 0.34
A 249-3 Bicolor Goatfish Jenggot Model 0.84

A 249-7 Yellowsaddled Goatfish Jenggot Kuning 0.84
A 2428 Assorted Goatfish Jenggot Assorted 0.26

BATFISH
A 261-1 Red Fin Batfish Platak Asli S 3.35
A 261-1 Red Fin Batfish Platak Asli M 4.6
A 261-1 Red Fin Batfish Platak Asli L 4.6
A 262-1 Orbiculate Batfish Platak Daun S 0.59
A 262-1 Orbiculate Batfish Platak Daun M 0.84
A 262-1 Orbiculate Batfish Platak Daun 3 L 0.84
A 263-5 Long Fin Batfish Platak Jenggot S 0.59
A 263-5 Long Fin Batfish Platak Jenggot M 0.84
A 263-5 Long Fin Batfish Platak Jenggot L 0.84

BUTTERFLY FISH
A 265-3 Philippne Chevron B.F. Kepe Fantasi S 1.26
A 265-3 Philippne Chevron B.F. Kepe Fantasi M,L 1.67
A 265-5 Chevron B.F. Kepe Panahan S 0.59
A 265-5 Chevron B.F. Kepe Panahan M,L 0.84
A 265-6 Barones’s B.F. Kepe Pakistan S 2.93
A 265-6 Barones’s B.F. Kepe Pakistan M,L 3.35
A 265-7 Melon B.F. Kepe Roti S 0.59
A 265-7 Melon B.F. Kepe Roti M,L 0.93
A 266-7 Blackback B.F. Kepe Melano S 0.67
A 266-7 Blackback B.F. Kepe Melano M,L 1
A 267-2 Golden B.F. Kepe Perak S 0.59
A 267-2 Golden B.F. Kepe Perak M,L 0.93
A 267-4 Babtayan B.F Kepe Panda S 0.59
A 267-4 Babtayan B.F. Kepe Panda M,L 0.92
A 267-7 Moon B.F Kepe Seleni Biasa S 0.67
A 267-7 Moon B.F. Kepe Seleni Biasa M,L 1
A 268-1 Meyeri B.F. Kepe Mayeri Hitam S 1.67
A 268-1 Meyeri B.F. Kepe Mayeri Hitam M,L 2.51
A 268-2 Ornate B.F. Kepe Mayeri Kuning S 1.67
A 268-2 Ornate B.F Kepe Mayeri Kuning M,L 2.52
A 268-4 8 Stripped B.F. Kepe Strip / Zebra S 0.59
A 268-4 8 Stripped B.F. Kepe Strip / Zebra M,L 0.92
A 268-5 Lined B.F. Kepe Piramid Biasa S 0.84
A 268-5 Lined B.F. Kepe Piramid Biasa M 1.26
A 268-5 Lined B.F. Kepe Piramid Biasa L 1.26
A 269-3 Saddled B.F Kepe Piramid Mas S 1.93
A 269-3 Saddled B.F. Kepe Piramid Mas M,L 2.5
A 269-3 Double Saddle B.F. Kepe Falkula Jakarta S 2.5
A 269-4 Double Saddle B.F Kepe Falkula Jakarta M 3.35
A 269-4 Double Saddle B.F Kepe Falkula Jakarta L 3.35
A 269-6 Racoon B.F Kepe Gajah S 1.67
A 269-6 Racoon B.F. Kepe Gajah M,L 2.51
A 269-6 Kleini’s Kepe Kleni S 0.67
A 269-6 Kleini’s Kepe Kleni M,L 1.26
A 270-5 Benetti B.F Kepe Bulan Asli S 1.67
A 270-5 Benetti B.F Kepe Bulan Asli M,L 2.5
A 270-7 Citron B.F. Kepe Susu S 0.6
A 270-7 Citron B.F. Kepe Susu M,L 0.92
A 270-8 Red Tail Pakistani B.F Kepe Kalong S 2
A 270-8 Red Tail Pakistani B.F Kepe Kalong M,L 3.35
A 270-8 Red Tail Pakistani B.F Kepe Kalong XL 3.35
A 272-7 Guenther’s B.F. Kepe Prima S 1.67
A 272-7 Guenther’s B.F Kepe Prima M,L 2.5
A 273-2 Spot-Band B.F. Kepe Sitrun Strip / Tato S 0.67
A 273-2 Spot-Band B.F. Kepe Sitrun Strip / Tato M,L 1.26
A 273-4 Decorated B.F. Kepe Semeion S 5.86
A 273-4 Decorated B.F. Kepe Semeion M,L 6.7
A 273-4 Decorated B.F. Kepe Semeion XL 6.7
A 273-5 One Spot B.F. Kepe Bulan Biasa S 6.67
A 273-5 One Spot B.F. Kepe Bulan Biasa M,L 1.34
A 273-7 Black-finned B.F. Kepe Ekor Hitam S 0.6
A 273-7 Black-finned B.F. Kepe Ekor HItam M,L 1
A 273-8 Vagabond B.F. Kepe Tiker S 0.59
A 273-8 Vagabond B.F. Kepe Tiker M,L 1
A 274-1 Tear Drop B.F. Kepe Bulan Menangis S 1.67
A 274-1 Tear Drop B.F. Kepe Bulan Menangis M 2.51
A 274-1 Tear Drop B.F Kepe Bulan Menangis L 2.51
A 274-6 Saddleback B.F. Kepe Angsa S 1.67
A 274-6 Saddleback B.F. Kepe Angsa M 2.5
A 274-6 Saddleback B.F. Kepe Angsa L 2.5
A 274-7 Threadfin B.F. Kepe Auriga S 0.76
A 274-7 Threadfin B.F. Kepe Auriga M,L 1.42
A 274-8 Raffle’s B.F. Kepe Nanas S 0.67
A 274-8 Raffle’s B.F. Kepe Nanas M,L 1.26
A 275-7 Brugessi B.F. Kepe Burgensi S 12.5
A 275-7 Brugessi B.F. Kepe Burgensi M 16.7
A 275-7 Beugessi B.F. Kepe Burgensi L 16.7
A 276-4 Two Eyed Coralfish Kepe Monyong C S 0.6
A 276-4 Two Eyed Coralfish Kepe Monyong C M 1.26
A 279-5 Copperband B.F. Kepe Monyong Biasa S 0.5
A 279-5 Copperband B.F. Kepe Monyong Biasa M 0.84
A 279-5 Copperband B.F Kepe Monyong Biasa L 0.84
A 280-4 Yellow Long Nose B.F. Kepe Monyong Asli S 1.67
A 280-4 Yellow Long Nose B.F. Kepe Monyong Asli M 2.93
A 280-4 Yellow Long Nose B.F. Kepe Monyong Asli L 2.93
A 280-5 Shy B.F. Kepe BH S 2.26
A 280-5 Shy B.F. Kepe BH M,L 2.93
A 2829 Assorted B.F. Kepe Campur 0.67

BANNER FISH
A 281-1 Hi Fin Bannerfish Kambingan Asli / Layar S 0.84
A 281-1 Hi Fin Bannerfish Kambingan Asli / Layar M,L 1.6
A 281-3,4 Masked Bannerfish Layaran Asli / Masked Banner S 1.67
A 281-3,4 Masked Bannerfish Layaran Asli / Masked Banner M,L 2.5
A 281-5,6 Humphead Bannerfish Kambingan Biasa S 6.6
A 281-5,6 Humphead Bannerfish Kambingan Biasa M,L 1
A 281-7 Black/White Banner B.F. Layaran Kuning S 1.67
A 281-7 Black/White Banner B.F. Layaran Kuning M,L 2.5

ANGELFISH
A 283-1 Three Spots Angelfish Angel Asli S 2.5
A 283-1 Three Spots Angelfish Angel Asli M 3.67
A 283-1 Three Spots Angelfish Angel Asli L 3.76
A 283-4 Two-colored Angelfish Angel BK 1
A 283-5 Coral Beauty Angel Kennedy / Model 2.5
A 283-6 Orange Strip angelfish Angel Abu Doreng 1
A 284-5 Midnight Angel Angel Polos / Hitam 0.75
A 284-6 Blueback pigmy Angelfish Angel Colini 33.4
A 284-7 Golden Angelfish Angel Kuning S 1.67
A 284-7 Golden Angelfish Angel Kuning M 3.3
P 666-1 Golden Fire Angelfish Angel Maria S 12.54
P 666-1 Golden Fire Angelfish Angel Maria M,L 16.72
A 285-8 Royal Blue Pigmy Angelfish Angel Ungu 0.42
A 286-3 Band Stripe Angelfish Angel Kiper 2
A 286-5 Keyhole Angelfish Angel Biru 0.67
A 286-6 Half black Angelfish Angel Abu Biasa 0.42
A 286-7 Zebra Lyretail Angelfish Angel Swallow Doreng S 6.69
A 286-7 Zebra Lyretail Angelfish Angel Swallow Doreng M,L 7.5
A 287-5 Zebra Swallow Angelfish (male) Angel Swallow Zebra 7.5
A 287-5 Zebra Swallow Angelfish (female) Angel Swallow Kuning 3.76
A 288-3 Freckletail Lyretail Angelfish Angel Ekor Panjang 1.26
A 288-4 Bellus Swallow Angelfish (male) Angel Belus Kuning 16.7
A 288-5 Bellus Swallow Angelfish (female) Angel Belus 20
A 289-2 Black Velvet Angelfish Angel Melati 2.5
A 289-1 Black Velvet Angelfish Blustun Melati 1.67
A 290-3 Vermicuted Angelfish Angel Marmut 0.84
A 292-2 Blue Ring Angelfish Angel Annularis S 8.36
A 292-2 Blue Ring Angelfish Angel Annularis M 10.87
A 292-2 Blue Ring Angelfish Angel Annularis L 10.87
A 292-2 Blue Ring Angelfish Angel Annularis XL 10.87
A 292-2 Blue Ring Angelfish Angel Annularis JUMBO 11.7
A 292-1 Blue Ring Angelfish Blustun Annularis Juv S 2.5
A 292-1 Blue Ring Angelfish Blustus Annularis Juv M,L 3.76
A 292-4 Emperor Angelfish Angel Batman S 8.36
A 292-4 Emperor Angelfish Angel Batman M 10.87
A 292-4 Emperor Angelfish Angel Batman L 10.87
A 292-4 Emperor Angelfish Angel Batman XL 10.87
A 292-4 Emperor Angelfish Angel Batman JUMBO 11.7
A 292-3 Emperor Angelfish Blustun Asli Juv S 3.34
A 292-3 Emperor Angelfish Blustun Asli Juv M 5
A 292-3 Emperor Angelfish Blustun Asli Juv L 5
A 293-2 Koran Angelfish Angel Koran S 8.36
A 293-2 Koran Angelfish Angel Koran M 10
A 293-2 Koran Angelfish Angel Koran L 10
A 293-2 Koran Angelfish Angel Koran XL 10.87
A 291-2 Koran Angelfish Angel Koran JUMBO 11.7
A 291-7 Koran Angelfish Blustun Koran Juv S 2.94
A 291-7 Koran Angelfish Blustun Koran Juv M,L 3.76
A 293-4 Six Bar Angelfish Angel Kalong S 1.67
A 293-4 Six Bar Angelfish Angel Kalong M 2.94
A 293-4 Six Bar Angelfish Angel Kalong L 1.94
A 293-4 Six Bar Angelfish Blustun Biasa S 1.34
A 293-4 Six Bar Angelfish Blustun Biasa M,L 2.6
A 293-5 Majestica Angelfish Angel Piama S 13.37
A 293-5 Majestica Angelfish Angel Piama M 15.89
A 293-5 Majestica Angelfish Angel Piama L 15.89
A 290-4 Majestica Angelfish Angel Piama XL 15.89
A 290-4 Majestica Angelfish Angel Piama JUMBO 16.72
A 293-5 Majestica Angelfish Blustun Piama 7.53
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Angel Napoleon S 21.73
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Angel Napoleon M 23.4
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Angel Napoleon L 23.4
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Angel Napoleon XL 13.4
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Angel Napoleon JUMBO 25
A 293-6 Yellow Mask Angelfish Blustun Napoleon Juv S 9.2
A 293-7 Regal Angelfish Angel Doreng S 2.93
A 293-7 Regal Angelfish Angel Doreng M 4.18
A 293-7 Regal Angelfish Angel Doreng L 4.18
A 293-7 Regal (Indian) Angelfish Angel Doreng (Indian) 11.7

CLOWN FISH
A 299A-1 Maroon anemonefish C.F Balong 0.84
A 299A-1 Maroon anemofish C.F (pair) Balon pasangan 1.67
A 299A-2 Span-cheecked gold- C.F Balon padang 3.35
A 299A-6 Saddelback C.F Giro Negro 0.84
A 300-4 Black and White Bar C.F Giro Negro HP/pasir 0.75
A 300-8 Negro C.F Giro Negro Kuning 0.75
A 301-2,3,4 Black anemonefish Tompel Surabaya 0.84
A 301-6 Fire / Saddle C.F Tompel Manado 3.35
A 301-7 Two-Banded anemonefish Polimas Kuning 0.75
A 300-2,303 Orange C.F Pelet Orange Asli 0.75
A 303-2 False skunk-stripped C.F Geger Putih/Pelet 0.75
A 303-7,8 Red Tomatto C.F Tompel Jakarta 3.35
A 303-3 Clown Fish Clown Fish 0.5
A 303-4 Sebae C.F Polimas 0.75

DAMSEL FISH
A304-6 White-Tailed D.F Zebra Surabaya 0.26
A304-7 Three-Spot D.F Domino/Dakocan Hitam 0.26
A304-8 Yellow Belly Blue D.F Betok Kupang 0.84
A305-7 Reticulated D.F Dakocan Putih 0.18
A305-5.6 Black Tail Humbug D.F Zebra Jakarta 0.26
A308-4 Sergeant Major D.F Sersan Mayor 0.18
A309-8 Golden Sergeant D.F Sersan Kuning 0.26
A310-1 Scishor Chromis D.F Jae jae Surabaya/Jakarta 0.26
A314-2 Black Bar Cromis D.F Betok Susu Bar 0.26
A314-3 Bicolor Chromish D.F Putri Bali Hitam/PBH 0.34
A314-6 Black & White Chromis D.F Putri Bali Merah /PBM 0.42
A318-2 Blue Line Yellow Belly Damsel Betok Strip Biru/Neon 0.34
A318-4 Blue Line Damsel Manukan Asli Merah 1
A318-6 Talbot’s Demoiclle D.F Bintang Malam 0.26
A318-8 Three Band Demoiclle D.F Betok Zebra 0.26
A319-3 Blue Devil D.F (Female) Blue Devil 0.26
A319-4 Blue Devil (Red Tail) D.F (Male) Blue Devil Ambon 1
A319-5 Azure Blue Yellow Tail D.F (Orange) Blue Star Ambon 1
A319-6 Azure Blue Yellow Tail D.F Blue Star 0.33
A320 Half-Blue Yellow Tail D.F Betok Palu 0.84
A321-5 Rolland’s Demoiselle D.F Betok Susu Bali 0.17
A323-2 Black Yellow Line D.F Manukan Asli Kuning 1
A323-4 Yellow Black White D.F Dasi Biru 0.42
A323-7 Jewel D.F Betok Totol / Titik 0.26
A323-8 Blue Streak Devil D.F Blue Band 0.33
A325-4 YellowTail Demoiselle Betok Ekor Kuning 0.17
A326-3 Yellow-Billed Blue D.F Podangan Palsu 0.17
A326-4 Allen’s Pomacentrus D.F Podangan Jakarta 0.26
A326-5 Metalic Blue Yellow Belly D.F Podangan Asli 0.26
A329-4 Ocellate. D.F Betok Merah Asli 0.26
A329-6 Spckled D.F Betok Merah 0.26
A329-8 Yellow D.F Betok Kuning 0.26
A336-2 Honey Had D.F Betok Monak 0.21
A5290 Assorted Damsewl Fish Betok Campur 0.17

HAWK FISH
A337A-1 Pixy / Spotted Hawk Fish Kerapu Loncat 0.43
A337-1 Forster’s Hawk Fish Kerapu Pelet 1
A338-2 Falco Hawk Fish Kerapu Merica 0.42
A339-8 Long Nose Hawk Fish Jagungan Asli 5

WRASSE, PARROT & HOGFISH
A348A-2 Yellow Tail Spotted Wrasse Keling Totol Asli 2.6
A348A-6 Black Tail Spotted Wrasse Keling Totol B/Model 1
A349-2 Leonard’s Tamarin Wrasse Keling Biru Kuning 1.26
A349-5 Candystre-Hawk Fish Langsar Merah 20.9
A349-6 Two Spot Hawk Fish Hawk Fish Model 0.84
A349-7 Coral Hawk Fish Anjing Laut S 1.17
A349-7 Coral Hawk Fish Anjing Laut M,L 1.67
A350-8 Masuda Hawk Fish Keling Tatik/Masudai 5.86
A351-3 Eclipse Hawk Fish Hogfish Titik Emas 1.26
A351-4 Eclipse Hawk Fish Hogfish Biasa 1.08
A351-6 Diana Hawk Fish Hogfish Merah S 1.08
A351-5 Diana Hawk Fish Hogfish Merah M,L 1.08
A352-1 Saddle Bag Hawk Fish Bajing Laut S 1.08
A352-2 Saddle Bag Hawk Fish Bajing Laut M,L 2.1
A352-3 Scissor Tail Coral Hawk Fish Elang Laut 8.36
A355-1,2 Two Spot Wrasse Lambe Model 5
A356-5 Blue-Sided Fairy Wrasse KKO Merah/B/Model 0.42
A356-7 Exquisite Wrasse KKO Hijau 0.5
A357-3 Parrot Fish Kakatua Biasa 0.93
A357-7 Lavender Wrasse Cantik Jenggot -
A358-3 Lubock’s Fairy Wrasse KKO Asli 1.26
A359-5 Clown Corise Keling Dom S 10
A359-5 Clown Corise Keling Dom M,L 11.7
A360-1 Mediterran Rainbow Wrasse Timunan Biasa 0.42
A360-5,6 Comb Fish Timunan Asli 0.93
A361-5 Spottail Corise Keling Ekor Totol 1.5
A362-1 Red Wrasse Keling Asli Adult 2.1
A362-2 Red Wrasse Keling Merah S 0.84
A362-2 Red Wrasse Keling Merah M,L 1.26
A362-6 Sling Jaw Wrasse Lambe Kuning 1.6
A362-7 Yellow-Tail Cleaner Keling Strip Hitam Ekor Kuning -
A362-8 Brown Bird Fish Pinguin Coklat 1.26
A363-2 Yellow Corise Keling Kuning 0.6
A364-2 Purplehaded Wrasse Hogfish Model 0.84
A364-7 Brown Filled’s Wrasse Keling Daun 0.84
A365-4 Orange-Tipped Rainbow Fish Bayeman Hijau 0.6
A366-7 Yellow Lined Wrasse Keling Jersi -
A366-8 Green Wrasse Keling Hijau 0.84
A367-2 Duski Wrasse Keling Strip Hitam -
A368-3 Cekker Board Wrasse Keling Perak S 0.42
A368-4 Marble Wrasse Keling Perak M,L 0.42
A372-2 Green Bird Wrasse Pinguin Hijau 2.93
A372-4 Fine Scale Wrasse Appolo Hijau 0.84
A373-1 Barred Thick Lip Kenari Model/Tikusan Model 0.84
A373-3 Hald & hald Thick Lip Keling Tikus/Tikusan 0.76
A373-5 Ringed Wrasse Appolo Merah/Lancer 1.67
A374-7 Leopard Wrasse Keling Batik 0.42
A377-4 Allen Wrasse Dokter Model 1.67
A377-7 Arrow Had Wrasse Lambe Merah 5
A378-4 Orange Band Wrasse Keling Piama/Es Lilin 0.6
A381-3 Reindder Wrasse Keling Tanduk S 1
A381-4 Reindder Wrasse Keling Tanduk M,L 1
A381-6 Scarled Wrasse Keling Monalisa 0.5
A381-7 Six Line Wrasse Keling Liris 0.5
A381-8 Eight Line Wrasse Keling Liris Model 0.84
A382-1 Vilament Fine Wrasse Dian Fish 0.42
A382-1 VAR Vilament Fine Wrasse (VAR) Dian Fish Model 0.84
A382-1 VAR Vilament Long Fine Wrasse VAR Dian Fish Slayer 0.67
A383-5 Red Eye Wrasse Bayeman Model 0.67
A385-1,2 Lance Tail Fairy Wrasse Lambe Titik Merah 5
A388-5 Rainbow Wrasse Lempang Merah/Talasoma Merah 2
A390-3 Lyretail Wrasse Lempang Talasoma 0.67
A390-4 Yellow Wrasse Keling Kalong 0.62
A392-1 Blue Doctor Dokter Biasa 0.6
A392-4 Golden Doctor Dokter Emas 1.67
A392-5 Bicolor Doctor Dokter Asli 1.67
A403-1 Bicolor Parrot Fish Noknang/Kepala Haji S 1.67
A403-1 Bicolor Parrot Fish Noknang/Kepala Haji M,L 2.6
A403-4,404 Yellow Sided Parrot Fish Kakatua Hijau 1.26
A4030 Haloween Milenium Wrasse KKO Milinium 5
A4031 Red Margin Fairy Wrasse KKO Piliphine 5.86
A4032 Black – Gill Parrot KKO Kendari 2.1
A4033 Red Spoted Wrasse Lambe Titik 0.67
A4044 Asorted Wrasse Lambe B/Keling Campur 0.6

GOBIES & BLENNIES
A 422-6 Red Grubfish Kerapu Ekor Bulat Merah 0.84
A 424-2,6 Spothead Grubfish Kerapu Ekor Bulat Putih/Strip 0.76
A 440-2 Grammistes’s Blenny Sampiran 0.5
A 441-6 Smith’s Blenny Jabing Walet 0.84
A 440-2 Forktail Blenny Jabing Apollo 0.84
A 446A-2 Jewelled Rock Skipper Jabing Campur 0.34
A 446E-3,4 Midas Blenny Jabing Kenari 0.59
A 446G-3,4 Bicolor Blenny Jabing BK 0.59
A 452-7 Leopard Rockskipper Jabing Kembang/Bunga 0.76
A 453-2 Dragonet (underfined) Mandarin Sanur Terbang 0.67
A 453-6 Dragonet Blennie Mandarin Sanur 0.42
A 454-1,2 Richardson’s Dragonet Ikan kadal 0.76
A 456-4 Mandarin fish Mandarin asli S 1.67
A 456-4 Mandarin fish (Var) Mandarin asli M,L 2.1
A 456-6 Psychedelic Fish Mandarin biasa 0.93
A 456-8 Red Mandarin Fish Mandarin merah 5
A 457A-1 Fire Goby Roket anten merah 1.67
A 457B-2 Feathertail Goby Layur bali 1.26
A 457-2 Two spots Goby Jabing gajah 1.17
A 460-1 Orange Stripe Prawn Goby Jabing kipas asli 2.6
A 460-4 Wheeler’s prawn Goby Jabing zebra 0.6
A 460-6 Orange Spot Prawn Goby Jabing titik 0.68
A 461-4 Steinitz’s Goby Jabing lorek / strip 0.6
A 462-4 Pinkbar Goby Jabing lilin / ekor kuning 0.84
A 463-1 White spot Highfin Goby Jabing antena titik / layar 0.84
A 464-2 Yellow prawn Goby Jabing kuning 1.42
A 466-1/P67 Rainford’s Goby Bayeman liris 0.84
A 468-2 Yellow Nose/ Pretty Rose Goby Jabing antena asli 1.67
A 469-1,2,4 Banded Goby Kapalan 0.33
A 476-6 Zebra Goby Roket model / zebra 0.67
A 481-2 Railway Glider Goby Bunglon strip 0.6
A 481-3 Orange Spotted Goby Bunglon titik 0.6
A 481-5 Ladder Glider Goby Bunglon putih 0.5
A 481-6 Golden Head Goby Bunglon B 0.6
A 483-4 Spottail Gudgeon Roket biasa / polos 0.76
A 483-5 Pale Gudgeon Roket asli 0.84
A 483-6 Blue Gudgeon Roket pasir 0.6
A 485-7,8 Flame Goby (Purple) Roket anten ungu 2.6
A 488-2 Cleaner Mimic Dokter neon 0.5
A 493-2 Yellow Coral Goby Goby kuning 0.84
A 493-6 Yellow Prickly-Headed Coral Goby Goby hijau 0.76
A 493-8 Bicolor Coral Goby Goby merah 0.67
A 495-5 Black-stripped worm Eel Dokter selendang 1.17
A 495-8 Yellow-Stripped worm Eel Dokter selendang asli
A P670-1 Rainford’s Goby Bayeman liris .67
A 4945 Black Saddle Goby-(Rare) Goby sutra 0.5
A 4946 Coralcat Ikan sembilang 4.18
A 4947 Indonesian Red Jawfish Bunglon model (merah) 0.26
A 4948 Black-Ray Shrimp Goby Jabing anten lorek 0.84
A 4949 White-Ray Shrimp/ Yasha Goby Jabing antik S 3.34
A 4949 White-Ray Shrimp/ Yasha Goby Jabing antik M,L 4.6
A 4950 Yasha Goby With Prawn Jabing antik pasangan 5.86
A 4952 Assorted Goby Goby / jabing campur 0.26
SU RGEON FISH
A 496-2 Powder Blue Surgeon Butana Biru S 5.86
A 496-2 Powder Blue Surgeon Butana Biru M,L 7.58
A 497-2 Gold-Rimmed Surgeon Butana Kacamata 2.6
A 498-1 Spot-cheeked Surgeon Butana Coklat 1.08
A 500-1 Mimic Surgeon Butana Abu 0.5
A 500-4 Orange-strip Surgeon Butana Abu Liris 1
A 500-7 Olive Tang Butana Kapsul S 0.76
A 500-7 Olive Tang Butana Kuning M,L 0.84
A 501-2 Clown Surgeonfish Butana Kasur 1.26
A 501-2 Original Indo Clown Surgeonfish Butana Kasur (Padang) -
A 501-4 Ring Tail Surgeonfish Butana Ekor Putih 1.42
A 502-6 Convict Tang Butana Zebra 0.67
A 503-3,4 Bristletooth Butana Coklat Strip 0.67
A 504-3 Blue Tang Letter Six T 1.67
A 504-3 Blue Tang Letter Six S 3.4
A 504-3 Blue Tang Letter Six M 5.86
A 504-3 Blue Tang Letter Six L 5.86
A 504-3 Blue Tang Letter Six XL 5.86
A 504-6 Indo’s Scissortail Tang Butana Naso Padang (Indian) Juv 7.58
A 504-6 Indo’s Scissortail Tang Butana Batu Naso Padang (India) Adult 9.2
A 505-1 Spoted Unicornfish Butana Batu B 0.76
A 505-1 Lopez Unicornfish Butana Batu Titik Biru 0.84
A 505-5 Orange-Spine Unicornfish (Juv) Butana Batu Naso 0.84
A 505-6 Orange-Spine Unicornfish Butana Naso 1.26
A 505-6 Orange-Spine Unicornfish (Indian) Butana Naso Padang (Indian) 7.53
A 505-8 Unicorn Tang Butana Tanduk 5.86
A 506-1 Brown Sailin Tang Butana Laut 0.76
A 507-1 Pacific Sailin Tang Keranjang Bali Sby S 2.1
A 507-1 Pacific Sailin Tang Keranjang Bali Sby M,L 2.6
A 507-1 Pacific Sailin Tang (Indian) Keranjang Bali Sby (Indian) 7.58
A 509 Moorish Idol Morish Idol 0.76
A 510 Foxface Semadar Cecet 1.26
A 5101 Assorted Foxface Semadar Campur 0.59

TRIGGER FISH
A 529-1 White Trigger Trigger Kapas / Batu 0.59
A 530-2 Undulate Trigger Trigger Liris 0.59
A 530-3 Clown Trigger Trigger Kembang S 14.22
A 530-3 Clown Trigger Trigger Kembang M 16.72
A 530-3 Clown Trigger Trigger Kembang L 16.72
A 530-3 Clown Trigger Trigger Kembang XL 15.05
A 530-4 Pink Tail T.F Trigger Kaca 1.67
A 530-5 Indian Triggerfish Trigger Strip 1
A 531-6 Halfmoon Trigger Trigger Celeng / Babi 0.84
A 532-3 Queen Trigger Trigger Biru 0.76
A 533-1 Blue & Gold Trigger Fish Trigger Arab Blue & Blue 3.35
A 533-5 Painted Trigger Trigger Matahari 1.26
A 533-7 Rectangle Trigger Trigger Sedan 1.26
A 535-2 Black Patch Trigger Trigger Motor 0.76
A 519A-3 Flat Fish / Flouder Ikan Sebelah 0.76

FILE FISH
A 538 Harlequin Filefish Jagungan Biasa 0.84
A 540-1 Redtail Filefish Sonang Ekor Merah 0.59
A 541-5 Prickly Leather Jacket (hairy) Sonang Rambut 2.94
A 519A-3 Assorted Filefish Sonang Campur 0.5

BOX / COW & PUFFERS FISH
A 544-3 Long Horned Cow Fish Sapi Sapi S 1.67
A 544-3 Long Horned Cow Fish Sapi Sapi M,L 2.6
A 545-1,2 Yellow Box Fish Koper Kuning S 1.1
A 545-1,2 Yellow Box Fish Koper Kuning (S) M,L 1.43
A 545-5 Impostor Box Fish Koper Mutiara Bwi (L,M) S 1.1
A 545-5 Impostor Box Fish Koper Mutiara Bwi (S) M,L 1.43
A 545-3,4 Spotted Box Fish Koper Mutiara Biru (L,M) S 5.86
A 545-3,4 Spotted Box Fish Koper Mutiara Biru (S) M,L 7.53
A 545-6 Camel Cow Fish Buntak Sapi Biasa 1.67
A 547-1,2 Scribbled Boxfish Buntel Batik 1.2
A 552-5 Black-spotted Puffer (grey) Buntel Babi Biasa 1.2
A 552-6 Half Yellow Spotted Puffer Buntel Babi Kuning 1.26
A 552-7 Stars and Stripes Puffer Buntel Babi Totol 0.67
A 557-5 Blue Spoted Poffer Valentin Biasa / Buntel Lumut 0.36
A 557-3 Bennett’s Toby Valentin Hijau 0.36
A 558-8 Black Saddled Toby Valentin Strip 0.42
A 563-4 Shortspine Porcupinefish Buntel Duren Coklat 1.09
A 560-3 Two Eye Puffer Valentin Asli 0.42
A 560-6 Porcupine Puffer Buntel Duren / Duri 0.84
A 560-6 Porcupine Puffer Fish Buntel Duren / Duri 1.26
A 555-2 Pinstriped Puffer Fish Buntel Babi Strip 0.59
Common / Assorted Puffer Fish Buntel / Valentin Campur 0.5

SHRIMPS
1001 Majestic Shrimp Udang Peltok 0.6
1002 Skunk (Cleaner) Shrimp Udang Pelet 1.67
1003 Fire Shrimp Udang Api 2.1
1004 Marble Shrimp Udang Semar Biasa 0.84
1006 Camel (Dancing) Shrimp Udang Wayang 0.42
1007 Glass Anemon Shrimp Udang Animon 0.42
1008 Banded (Boxing) Shrimp Udang Merah Putih 0.42
1009 Purple Banded (Boxing) Shrimp Udang Merah Putih Ungu 0.84
1010 Yellow Banded (Boxing) Shrimp Udang Merah Putih Kuning 0.84
1011 Clown (Harlequin) Shrimp Udang Brown Kelly 3.35
1012 Red Majestic Shrimp Udang Agung Biasa 0.59
1013 Ambonian (CENSORED) Shrimp Udang CENSORED / Sepatu 0.59
1014 Mirror Shrimp Udang Kaca 0.42
1015 Assorted Shrimp Udang Assorted 0.42

LOBSTER
1016 Lobster Lobster 1.1

CRABS & OTHER
1017 Anemon Crabs Kepiting Animon 0.5
1018 Anemon Hermit Crab Kepiting Bubulan 0.6
1019 Decorator Crabs Kepiting Laba-laba 0.67
1020 Zebra Crab Kepiting Zebra 0.6
1021 Sea Spider Laba-laba 0.67

SEA URCHINS
1022 Long Spined Hatpin Urchin (Black) Manggisan Rambut Panjang 1.26
1023 Shield Urchin Purple White Manggisan Putih Ungu 1.1
1024 Crown Spined Pencil Urchins (Colour) Manggisan Hitam / Merah 1.1
1025 Long Spined Halpin Urchins (Colour) Manggisan Pencil Blorok 1.1
1026 Multicolor Short Spine Urchin Manggisan Nano Nano 1.1

OCTOPUS / CEPHALOPOD
1027 Squitte / Octopus-Brown Gurita Biasa 0.75
1028 Blue Ring Octopus (Poisionus) Gurita Totol Biru 1.26
1029 Cuttlefish Sotong / Bekutak 0.84

STARFISH
1032 Horned Starfish (Color) Bintang Jenderal 1.26
1036 Starfish (Color) Bintang Warna 0.59

CUCUMBERS, JELLY FISH, SLUG & OTHER
1040 Box Jelly Fish (Color) Ubur-ubur 0.42
1041 Rabbit Slug (Color) Lintah Kelinci (Warna) 0.59
1042 Rabbit Slug (Color) Lintah Kelinci (Hitam) 0.42
1043 Corn Slug Lintah Jagung 0.42
1044 Flying Slug Lintah Terbang 1.67

3218 Animon Model 2.51
3217 Animon Clonf 2.51
3216 Animon Karpet 2.51
3215 Animon Jagung 1.26
3214 Animon Kuning 7.53
3213 Animon Merah 8.37

Sabtu, 02 Januari 2010

plaknton

Sudah banyak pertanyaan-pertanyaan seputar masalah plankton baik yang masuk ke forum diskusi situs ini, maupun yang langsung ke penulis. Semoga tulisan ini, dapat membantu anda memecahkan masalah pakan akuarium laut anda selama ini.

Plankton adalah mikro-organisme yang ditemui hidup diperaliran, baik di sungai, danau, waduk, maupun diperaliran payau dan laut. Mikro organisme ini baik dari segi jumlah dan jenisnya sangat banyak. Plankton merupakan salah satu komponen utama dalam sistem mata rantai makanan ( food chain ) dan jaring makanan ( food web ). Mereka menjadi pakan bagi sejumlah konsumen dalam sistem mata rantai makanan dan jaring makanan ini.

Mikro organisme ( Plankton ) ini ada yang dapat bergerak aktif sendiri seperti satwa/hewan dan kita sebut dengan Plankton Hewani ( ZooPlankton ), dan ada juga Plankton yang dapat melakukan assimilasi ( photosynthesis ) seperti halnya tumbuhan di darat, kelompok ini kita sebut dengan Plankton Nabati ( PhytoPlankton ).

Plankton nabati ( Phytoplankton ) merupakan kelompok produsen dalam sistem mata rantai makanan. Mereka dapat melakukan aktivitas hidupnya sendiri dengan memanfaatkan cahaya matahari. Sedangkan Plankton hewani ( zooplankton ) harus melakukan aktivitas makan untuk mempertahankan eksistensinya.

Plankton, baik itu Plankton Hewani ( ZooPlankton ) maupun Plankton Nabati ( PhytoPlankton ) dalan sistem akuarium laut, merupakan pakan alami bagi ikan dan koral yang hidup didalamnya. Mereka tergolong pakan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, memiliki bentuk dan ukuran yang sesuai dengan mulut ikan dan koral, isi sel-nya padat, dinding sel-nya tipis, serta tidak beracun.

Plankton juga mempunyai kemampuan berkembangbiak dengan cepat, dan dapat dengan mudah dibudidayakan secara massal, sehingga tidak perlu dikwatirkan mereka akan punah.

Beberapa jenis Plankton yang berhasil dibudidayakan secara massal adalah Rotifera, Kutu Air, Diatomae, Tetraselmis, Chlorella, Artemia, Cacing Tubifex, Infusoria. Semua jenis Plankton yang berhasil dibudidayakan ini bisa menjadi pakan ikan hias dan koral dalam sistem akuarium laut.

Mikro organisme ( plankton ) laut yang menjadi pakan alami ikan laut dan koral adalah : Organisme Bersel Tunggal ( Single-Celled Organisms ) yaitu : kelompok Flagellata ( Flagellates ) seperti : Dinoflagellates dari genus Noctiluca , dan kelompok Ciliata ( Ciliates ) seperti : Vorticella – Species. Mikro organisme lain yang dapat kita sebut sebagai planktonic untuk pakan ikan hias laut dan koral adalah : Cacing laut ( marine worm ), Gastrotrichs, Rotifera, Mud Dragons, Girdle Wearers, Comb Jellies, Copepoda, Amphipoda, Decapoda, Isopoda. Telur atau naplii dari semua jenis ikan, udang, dan satwa laut lainnya juga merupakan planktonic yang disukai ikan hias dan koral dalam akuarium laut kita.
Menyediakan pakan alami untuk sistem akuarium laut dalam bentuk plankton hidup ( live plankton) , sesungguhnya masih menghadapi berbagai masalah, yaitu keterbatasan pengetahuan dan peralatan, yang pada dasarnya keterbatasan ini disebabkan oleh kekurangan dana untuk melakukan percobaan-percobaan. Solusi untuk masalah tersebut, hobbiis, dapat memanfaatkan plankton sintetis/buatan yang kita kenal dengan istilah Artificial Plankton untuk pakan akuarium lautnya. Artificial plankton merupakan pakan buatan yang ukuran partikelnya dibuat sekecil mungkin menyerupai mikro plankton hidup yang sesungguhnya di laut. Artificial plankton ini dalam akuarium kita akan melayang dan bergerak karena arus yang diciptakan oleh powerhead atau aerasi dalam akuarium kita, sehingga keberadaan artificial plankton ini menyerupai plankton hidup layaknya di laut.

Artificial plankton tersedia juga bentuk Zooplankton ( dari bahan-bahan hewani ) dan Phytoplankton ( dari bahan-bahan tumbuhan ).

Kamis, 31 Desember 2009

Memelihara Ikan Hias Laut




Memelihara ikan hias air laut
sebenarnya cukup mudah. Paling hanya dibutuhkan sedikit pengetahuan dan proses belajar untuk bisa benar-benar menikmati dunia bawah laut yang indah dan penuh warna-warni ini. Ini beberapa tips sederhana supaya akuarium laut anda bisa tetap indah untuk jangka waktu yang lama.






1. Jangan pernah, don’t, never, ever, langsung memasukkan ikan hias ke dalam akuarium yang baru di-setup.
Agar kondisi akuarium mendekati aslinya maka harus tercipta ”Siklus Nitrogen”. Air akuarium yang bersirkulasi akan menumbuhkan bakteri-bakteri pendukung kehidupan laut (aerob dan anaerob). Bakteri ini baru muncul sekitar 1 bulan di batu-batu saringannya.
Tips : Untuk awal anda bisa memasukkan beberapa ikan Damsel (Damselfish) yang lumayan kuat dalam kualitas air yang belum baik. Pilih ”Damsel Ekor Kuning” karena ini yang paling tidak agresif (damsel lain lebih agresif). Pilih yang kecil saja.

2. Ikan dibatasi sedikit saja.
Ikan terlalu banyak membuat ikan mudah stress dan mati. Pemberian makanan pun harus banyak dan kotoran cepat menumpuk. Kualitas air akan cepat turun, dan ikan laut pun mudah mati. Ikan yang banyak, hanya untuk akuarium yang canggih dan akuaris yang berpengalaman.
Tips : Pilih saja beberapa ikan yang paling cantik yang paling anda sukai.

3. Ikan baru wajib ”diaklimatisasi”.
Ikan yang baru dibeli dalam kantung plastik harus disesuaikan dulu suhunya dengan suhu akuarium.
Ambangkan ikan dalam plastiknya di akuarium 20 menit. Setelah itu buka plastiknya, masukkan sedikit air akurium ke plastik ikan baru, diamkan 10 menit. Setelah itu, ikan dapat dimasukkan ke akuarium. Matikan dulu lampunya agar tidak stress.

4. Berikan makan cukup 2 kali sehari saja.
Untuk ikan laut, lebih baik kurang daripada lebih. 2 kali saja sudah cukup. Makanan yang berlebih akan menurunkan kualitas air laut.

5. Live Rock !
Inilah senjata utama para aquaris berpengalaman dunia. Gunakan "Karang Hidup" sebanyak mungkin untuk menjaga kualitas air secara alami. Karang Hidup adalah karang yang ada banyak bagiannya berwarna ungu. Gunakan minimal 1/3 dari volume akuariumnya. Harganya cuma Rp 20.000-an per batu, tergantung dari besar kecilnya live rock.

6. Tumbuhan, juga sangat bagus untuk menjaga kualitas air.
Utamanya Rumput Asam (Caulerpa Sertularioides), Rumput Jarum (Chaetomorpha) atau Anggur Hijau. Tumbuh-tumbuhan ini akan membantu mengurangi kadar Nitrat.

7. Ganti air 20 % tiap 2 minggu sekali. Separuh, 1 bulan sekali. Air laut harganya tidak mahal, hanya Rp 6.000 per galon. Luangkan waktu 1-2 jam per 2 minggu untuk merawat akuarium anda.

8. Cek Ph dan Kadar Garamnya.
Kalau Ph-nya rendah, gunakan obat Kalkwasser (banyak dijual).
Mengecek Ph mudah sekali, hanya masukkan air akuariumnya sedikit ke alat tesnya, Lalu bandingkan warna airnya dengan kertas ukuran Ph berwarnanya. Tapi hanya dipakai sekali-sekali saja.
Mengecek kadar garam gunakan Hydrometer. Harganya cuma Rp 25.000. Kadar garam yang normal ada penunjukknya di alatnya.

9. Kalau ada dana lebih, alat pertama yang harus dibeli adalah Protein Skimmer.
Ini adalah alat yang cukup signifikan untuk menjaga kualitas air laut. Harganya sekitar Rp 300.000-an. Anda pun juga bisa membuatnya sendiri dengan menggabungkan botol, aerator, dan power head.

10. Beli udang pelet max 5 ekor (Lysmata amboinensis). Udang pelet sangat bermanfaat karena senang memakan bakteri Whitespot (bintik putih) yang kadang muncul pada ikan. Tetapi jika anda memelihara triger kembang (Clown Trigger) lebih baik anda tidak memelihara udang pelet, karena akan menjadi santapan ikan triger kembang

PROTEIN SKIMMER


Protein skimmer adalah salah satu perangkat yang sering digunakan oleh para hobiis akuarium laut. Bahkan boleh dikatakan protein skimmer merupakan parangkat yang wajib ada dalam mengelola akuairum laut, walaupun hal ini tidak sepenuhnya benar. Fungsi utama dari sebuah protein skimmer adalah untuk memisahkan bahan padat terlarut dalam air dengan cara pengapungan melalui jasa gelembung-gelembung udara yang ditiupkan kedalam suatu kolom air. Dalam akuarium laut proses ini sering dianggap sebagai suatu proses tiruan untuk menduplikasi fenomena alam yang terjadi dipantai pada saat hari-hari hangat berangin. Pada kondisi seperti ini biasanya laut sering mendamparkan buih/busa kepantai dengan membawa padatan terlarut yang menempel pada buih-buih tersebut, dan mengendapkannya disana.

Proses pemisahan padatan terlarut dengan metoda pengapungan sebenarnya sudah lama dilakukan orang terutama dalam proses pengolahan air. Dengan pengapungan, melalui gelembung udara dalam air, diharapkan akan terjadi kontak antara partikel padatan dengan antar muka air-udara yang terbentuk melalui gelembung udara. Selanjutnya partikel padatan ini akan terbawa kepermukaan air dan dibuang.


Prinsip Kerja.

Prinsip kerja dari sebuah protein skimmer adalah menciptakan kontak antara gelembung udara dangan koloid dan partikel-partikel padatan. Efektifitasnya, oleh karena itu, akan sangat tergantung pada jumlah udara yang ditiupkan, ukuran gelembung udara, laju pergerakan gelembung dalam air, dan debit air.

Dalam satu liter air dapat dibuat sekitar 10000 gelembung udara dengan ukuran 5 mm, atau 1 milyar gelembung udara dengan ukuran 0.1 mm. Semakin kecil ukuran gelembung udara akan semakin besar luas permukaan kontaknya pada suatu volume udara yang sama. Sebagai contoh 1 liter udara dalam bentuk gelembung berukuran 5 mm kurang lebih setara dengan 1.2 m2 luas permukan, sedangkan bila ukuran gelembungnya adalah 1 mm maka luas permukaannya setara dengan 6 m2 dan bila berukuran 0.1 mm luas permukaannya setara dengan 60 m2. Dengan demikian, semakin halus ukuran gelembung udara yang ditiupkan, secara matematik akan semakin luas bidang kontaknya sehingga akan semakin banyak padatan terlarut yang bisa dibawa dan dibuang dari dalam akuarium.

Kecepatan pergerakan gelembung udara dalam air adalah faktor lain yang menentukan keefektifan sebuah protein skimmer. Dalam lingkungan akuarium, gelembung udara yang dihasilkan oleh sebuah mesin peniup udara bisa berukuran 5 - 30 mm. Gelembung udara berukuran 1 mm apabila diperhatikan akan tampak sebagai sebuah bola yang homogen. Gelembung berukuran demikian akan cenderung bergerak teratur dalam air dan cenderung bergerak lurus. Sedangan gelembung berukuran lebih dari 2 mm akan cenderung lonjong, sebagai akibat terjadinya tekanan pada gelomang tersebut dan pengaruh arus air. Gerakannya cenderung berputar (spiral) dan tampak bergetar. Getaran ini terjadi sebagai akibat terbentuknya turbulensi di bagian bawah gelembung. Getaran tersebut dapat mengurangi keefektifan gelembung dalam membawa partikel padat, bahkan sering partikel yang telah terperangkap oleh gelembung menjadi telepas kembali.




Apabila gelembung udara dapat diusahakan seluruhnya berada dalam ukuran kurang dari 2 mm, maka dapat diperkirakan kecepatan bergeraknya dalam air rata-rata sekitar 20 cm/detik. Pada saat bergerak gelembung ini akan membelah air didepannya dan bersatu lagi dibagian bawah gelembung Meskipun demikian karena gerakannya tersebut maka bersatu nya lagi air dibelakang gelembug tidak serta merta terjadi tepat dibelakanya tapi akan membentuk suatu jarak. Pada jarak ini akan muncul suatu daerah yang khas yang dikenal sebagai zone mati . Kehadiran zone ini sangat penting artinya dalam menciptakan kontak antara partikel padatan dengan gelembung.

Pada paritkel-partikel berukuran besar zone mati demikian tidak terjadi, yang ada justru merupakan sebuah zone turbulensi. Oleh karena itu sangat direkomendasikan bahwa dalam sebuah protein skimmer diperlukan gelembung udara yang sangat halus, dengan ukuran kurang dari 2 mm.

Daerah Skimming.

Koloid-koloid padatan memegang peranan penting dalam pebentukan busa.. Pada saat gelembung-gelembung udara mencapai permukaan, gelembung-gelembung tersebut akan saling bersatu dan melekat satu dengan lainnya. Apabila partikel-pertikel padatan dalam bentuk koloid ini tidak ada, maka busa tidak akan terbentuk di permukaan. Busa yang terbentuk selanjutnya akan naik ke ruang penampung busa , sedangkan air yang terbawa akan turun kembali ke dalam kolom. Daerah terjadinya percampuran antara air dengan busa ini dikenal sebagai daerah atau zone skimming. Diatas zone ini terdapat daerah dimana terjadi pemisahan atara busa dengan air. Zone ini disebut sebagai zone drainase. Selanjutnya adalah zone transportasi busa.

Pada zone drainase air akan turun kembali kedalam kolom skimmer sedangkan busa, selama koloid padatan masih ada, akan terbentuk terus menerus disana dan terangkat naik ke pembuangan busa. Meskipun sebagian besar air sudah akan turun pada zone ini, sebagian kecil air akan tetap terdrainase bersamaan dengan terangkatnya busa ke penampungan. Busa selanjutkan akan naik terus melalui cerobong busa dan akhirnya sampai di penampungan busa. Dengan demikian proses skimming boleh dikatakan selesai.